Perbandingan Genteng Tanah Liat, Metal, dan Beton: Mana yang Lebih Awet?

Memilih jenis genteng yang tepat merupakan langkah penting dalam membangun rumah yang tahan lama dan nyaman. Genteng tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga menentukan estetika serta kekuatan struktur atap. Dari berbagai pilihan yang ada, tiga jenis genteng paling populer di Indonesia adalah genteng tanah liat, genteng metal, dan genteng beton. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan yang perlu Anda pertimbangkan secara cermat, terutama dalam hal ketahanan atau keawetan.

A collage of different types of roof tiles

AI-generated content may be incorrect.

Sumber : https://tileroofscanada.com/blog/concrete-clay-composite-roofs-a-comparative-overview/

Genteng Tanah Liat adalah pilihan tradisional yang telah banyak penggunanya sejak zaman dahulu. Terbuat dari bahan alami dan dibakar dalam suhu tinggi, genteng ini dikenal karena kemampuannya menahan panas serta memiliki tampilan yang klasik dan natural. Ketahanannya cukup tinggi, bisa mencapai puluhan tahun jika Anda pasang dengan baik dan Anda rawat secara rutin. Namun, genteng tanah liat rentan pecah dan cukup berat, sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat.

Genteng Tanah Liat

Perbandingan Genteng Tanah Liat

Siapa sih yang nggak kenal jenis atap yang satu ini? Kalau Anda jalan-jalan ke pedesaan atau melihat rumah-rumah tua peninggalan Belanda, hampir semuanya pakai genteng tanah liat.

Kenapa Masih Jadi Favorit?

Genteng tanah liat adalah “legend”-nya atap di Indonesia. Dibuat dari tanah liat alami yang dicetak lalu dibakar dalam suhu super tinggi, genteng ini punya warna oranye kemerahan yang khas.

Apa Kelebihannya?

Pertama, adem banget! Genteng tanah liat punya pori-pori alami yang bisa “bernapas”. Artinya, saat matahari lagi terik-teriknya, genteng ini mampu menahan panas agar tidak langsung masuk ke dalam rumah. Malam harinya, rumah tetap terasa sejuk.

Kedua, estetika natural. Buat Anda yang suka desain rumah tropis, etnik, atau mediterania, genteng ini adalah pasangan jiwanya.

Lalu, Apa yang Harus Diwaspadai?

Namanya juga barang pecah belah, genteng ini rentan retak atau pecah kalau terinjak saat pemasangan. Selain itu, bobotnya lumayan berat lho. Jadi, kalau Anda pakai genteng ini, pastikan rangka atap Anda (baik kayu maupun baja ringan) didesain rapat dan kuat.

Dan satu lagi, pernah lihat atap genteng yang lama-kelamaan jadi hitam atau berlumut? Nah, itu dia “penyakit” genteng tanah liat kalau tidak dilapisi cat atau glazur. Anda harus rajin-rajin merawatnya supaya tampilannya tetap oke.

Genteng Metal

merupakan solusi modern yang menawarkan kepraktisan dan kekuatan. Terbuat dari bahan logam seperti galvalum atau zincalume, genteng ini ringan, tahan karat, dan memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Genteng metal juga mudah dalam pemasangannya dan memantulkan panas matahari dengan baik. Namun, kelemahan utamanya adalah tingkat kebisingan yang tinggi saat hujan deras, dan potensi korosi jika kualitas bahan atau pelapisnya buruk.

Genteng Metal

Perbandingan Genteng Tanah Liat

Kalau Anda perhatikan perumahan-perumahan subsidi atau minimalis baru, kebanyakan sekarang beralih ke genteng ini. Kenapa bisa sepopuler itu dalam waktu singkat?

Ringan dan Cepat Pasangnya?

Ini dia juara kelas ringan kita. Terbuat dari logam seperti campuran zincalume atau galvalum, genteng metal ini bobotnya jauh lebih enteng daripada tanah liat apalagi beton. Ini kabar baik buat dompet Anda, karena beban struktur bangunan jadi berkurang dan Anda bisa lebih hemat di rangka atap.

Pemasangannya pun “sat-set-wat-wet”. Karena bentuknya lembaran (biasanya per modul), tukang bisa menutup area atap yang luas dalam waktu singkat. Anti ribet!

Tapi, Katanya Berisik dan Panas?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul. “Kalau hujan, suaranya kayak kaleng rombeng nggak?”

Jawabannya: Tergantung jenisnya.

Kalau Anda beli genteng metal polos yang tipis, iya, pasti berisik saat hujan deras dan panas saat siang bolong.Tapi, sekarang sudah ada inovasi Genteng Metal Pasir (Sand Coated). Lapisan pasir di atasnya berfungsi meredam suara hujan dan menahan panas matahari. Jadi, jangan salah pilih jenis ya! Pastikan juga lapisan anti-karatnya bagus supaya atap Anda nggak keropos termakan cuaca.

Genteng Beton,

di sisi lain, adalah jenis genteng yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan bahan aditif lainnya. Genteng ini sangat kuat dan tahan terhadap beban berat, suhu tinggi, serta api. Dari segi estetika, genteng beton tersedia dalam berbagai bentuk dan warna yang menyerupai genteng tanah liat atau bahkan genteng keramik. Kekurangannya terletak pada bobotnya yang sangat berat, serta kemungkinan munculnya lumut jika Anda pasang di area yang lembap dan kurang sinar matahari.

Genteng Beton

Perbandingan Genteng Tanah Liat

Sesuai namanya, genteng ini dibuat dari campuran semen, pasir, dan bahan penguat lainnya (mirip adonan beton cor).

Seberapa Kuat Genteng Ini?

Kuat banget! Genteng beton tahan injak, tahan benturan, tahan api, dan tahan cuaca ekstrem. Angin kencang? Lewat. Panas menyengat? Nggak masalah. Karena kepadatannya tinggi, genteng ini jarang sekali mengalami retak rambut yang biasa terjadi di genteng tanah liat.

Dari segi tampilan, genteng beton sekarang keren-keren lho. Ada yang gelombang (mirip tanah liat) dan ada yang flat (datar). Genteng beton flat ini primadona banget buat rumah-rumah minimalis modern kontemporer. Tampilannya rapi, presisi, dan elegan.

Kelemahannya Apa?

Bobot genteng beton bisa mencapai 40-50 kg per meter persegi (tergantung merek dan jenis). Apa artinya buat Anda? Artinya, Anda harus menyiapkan budget ekstra untuk struktur rangka atap yang super kokoh. Jangan coba-coba pakai rangka baja ringan yang tipis kalau nggak mau atapnya melendut.

Selain itu, pori-pori beton juga bisa menyerap air dan memicu tumbuhnya lumut jika Anda tinggal di area yang sangat lembap dan kurang sinar matahari. Pastikan Anda memilih genteng beton yang sudah dicat dengan teknologi anti-lumut berkualitas.

Tabel Perbandingan Singkat

Biar nggak bingung baca teks panjang, yuk kita lihat ringkasannya di tabel “pertarungan” berikut ini:

FiturGenteng Tanah LiatGenteng MetalGenteng Beton
KekuatanSedang (Mudah Pecah)Tinggi (Anti Pecah)Sangat Tinggi (Kuat)
BobotBeratSangat RinganSangat Berat
Penahan PanasSangat Baik (Adem)Kurang (Kecuali tipe berpasir)Baik
Peredam SuaraBaikKurang (Berisik saat hujan)Baik
EstetikaKlasik & NaturalModern & RapiMinimalis & Elegan
PerawatanPerlu pengecatan rutinCek karat berkalaCek lumut berkala
HargaMenengahVariatif (Murah – Mahal)Menengah – Mahal

Jadi, Anda Harus Pilih yang Mana?

Masih galau juga? Coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini untuk membantu Anda mengambil keputusan final.

1. Bagaimana Kondisi Keuangan (Budget) Anda?

Kalau budget Anda sangat ketat dan ingin hemat di rangka atap serta upah tukang, Genteng Metal adalah jawabannya. Pengerjaannya cepat selesai, jadi ongkos tukang lebih murah. Tapi ingat, investasikan sedikit lebih banyak untuk beli yang tipe “berpasir” biar nggak nyesel belakangan karena berisik.

2. Apa Gaya Arsitektur Rumah Anda?

  • Rumah Joglo / Etnik / Tropis: Wajib pakai Genteng Tanah Liat. Nggak ada yang bisa mengalahkan aura “homy” dari genteng ini.
  • Rumah Minimalis Kotak / Industrial: Genteng Beton Flat adalah pilihan paling stylish. Garisnya tegas dan warnanya solid (biasanya abu-abu tua atau hitam).
  • Rumah Subsidi / Renovasi Cepat: Genteng Metal adalah opsi paling masuk akal dan efisien.

3. Bagaimana Struktur Rangka Atap yang Ada?

Ini krusial banget! Kalau Anda hanya merenovasi atap (ganti genteng) tanpa mengganti rangka, Anda harus cek dulu kekuatan rangkanya.

  • Kalau rangka kayu lama sudah mulai lapuk, jangan nekat pasang genteng beton. Bahaya! Ganti ke Genteng Metal yang ringan adalah langkah penyelamatan.
  • Kalau Anda membangun dari nol, Anda bebas memilih, tapi pastikan Insinyur Sipil atau tukang Anda menghitung beban atap dengan benar jika ingin pakai Genteng Beton.

Apapun Gentengnya, Waspada Bocor!

Mau pakai genteng paling mahal sedunia pun, kalau pemasangannya nggak bener, pasti bocor juga. Masalah kebocoran biasanya bukan dari gentengnya (kecuali pecah), tapi dari:

  1. Sudut Kemiringan Atap: Setiap genteng punya standar kemiringan minimal. Genteng tanah liat butuh miring (sekitar 30 derajat), sedangkan genteng metal bisa lebih landai. Jangan dipaksa landai kalau jenis gentengnya nggak mendukung, air pasti tempias masuk!
  2. Pertemuan Atap (Nok/Wuwung): Ini titik terlemah. Pastikan adukan semen di bagian nok (puncak atap) benar-benar rapat.
  3. Waterproofing adalah Kunci: Gunakan OYU-900 Cat Anti Bocor/ Waterproof Tahan Sinar UV

Sebelum musim hujan datang menyerang, sebaiknya lapisi area rawan bocor (seperti wuwungan, karpusan, atau dak talang) dengan produk waterproofing yang berkualitas. Produk seperti cat pelapis anti bocor atau mortar khusus (seperti teknologi Oriental Yuhong yang terkenal elastis) bisa jadi investasi kecil yang menyelamatkan plafon gypsum mahal Anda dari noda air yang jelek.

Bayangkan betapa ruginya kalau plafon seharga jutaan rupiah rusak cuma gara-gara rembesan kecil dari celah genteng, kan?

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis genteng yang “paling sempurna” untuk semua orang. Semuanya kembali ke kebutuhan spesifik Anda.

  • Pilih Genteng Beton dan Metal kalau Anda mengejar keawetan jangka panjang dan ketahanan terhadap cuaca ekstrem tanpa mau repot ganti genteng puluhan tahun ke depan.
  • Pilih Genteng Tanah Liat kalau Anda adalah pecinta estetika natural, ingin rumah yang adem, dan tidak keberatan melakukan sedikit perawatan rutin untuk menjaga keindahannya.

Jadi, sudah terbayang mau pakai genteng yang mana?

Jangan buru-buru memutuskan ya. Diskusikan dulu dengan pasangan atau kontraktor Anda. Ingat, atap adalah pelindung keluarga Anda dari panas dan hujan, jadi pilihlah yang terbaik demi kenyamanan orang-orang tersayang.

Kesimpulan

Dalam hal keawetan, genteng beton dan metal unggul karena lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki umur pakai yang panjang. Genteng beton sangat kokoh dan tahan api, sementara genteng metal lebih ringan dan mudah dalam pasangnya. Genteng tanah liat tetap menjadi pilihan menarik bagi Anda yang menyukai tampilan alami dan tradisional, asalkan Anda rawat dengan baik. Pemilihan terbaik bergantung pada kebutuhan spesifik rumah Anda, seperti iklim, struktur atap, preferensi visual, dan tentu saja, anggaran.

Dalam pemasangan genteng alangkah baiknya Anda menambahkan Cat Anti Bocor/ Waterproof Tahan Sinar UV seperti OYU-900 dari oyuwaterproofing.co.id. Atau bisa langsung membeli ke no wa : 0822-2429-0970.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top